Assalamu'alaikum, it is me, Tarjono Mukhayat, alumni FMIPA Matematika, UGM. Asal saya dari Indramayu. Tau Indramayu khan? Apabila dilihat dari letak geografisnya Kabupaten Indramayu terletak pada 107°52° - 108°36°BT dan 6°15° - 6°40°LS. Eh jadi ngenalin Indramayu-nya, bukan penulisnya... Tapi, kayanya cukup segini aja deh, kepanjangan malah lupa lagi... Semoga kita bisa saling menasehati dalam kebaikan. Arigato!

Sunday, November 09, 2003

Dear Pembimbing Jakarta, Surabaya dan Bandung
Berikut akan saya lampirkan artikel

IBM edisi November 2003


Meninjau Siswa setelah Pengulangan Pertama

Salah satu keistimewaan Metode KUMON adalah belajar dengan pengulangan. Berusaha mencapai nilai dan SWP, jika belum menguasai maka worksheets diulang sekali lagi. Keadaan ini sering ditemui di kelas KUMON.
Pada umumnya, jika kita mengulang worksheets pada bagian yang sama, pada pengerjaan yang kedua, kita akan melihat peningkatan dalam waktu dan nilai. Namun, ada kalanya waktu penyelesaian untuk pengerjaan yang ke-2 lebih lama dari yang pertama. Atau, bisa juga waktu penyelesaian untuk kedua pengerjaan tersebut tidak jauh berbeda. Jika hal ini yang terjadi, bagaimanakah cara kita membimbing? Dilihat dari pengulangan, tidak ada kemajuan, sebaliknya mungkin kemunduran dalam waktu penyelesaian dan nilai.
Karena waktu penyelesaian untuk pengerjaan kedua lebih lama dibanding pengerjaan yang pertama, maka diperlukan pengerjaan yang ketiga. Tetapi, jika pada pengerjaan yang ketiga belum ada perubahan, apa yang harus kita lakukan? Memberi pengulangan ketiga (pengerjaan keempat )?
Jika pada pengulangan pertama (pengerjaan kedua) tidak ada kemajuan, maka kita seharusnya tidak dengan mudah memberikan pengulangan. Mengapa kita tidak berpikir mengenai hal-hal yang mungkin menjadi penyebabnya? Apakah ada kemampuan dalam berkonsentrasi? Apakah ada kesulitan dalam menghitung? Apakah ada konsep yang belum dimengerti? Karena, bagaimanapun juga dengan diberi pengulangan seharusnya ada peningkatan dalam waktu penyelesaian dan nilai pada pengerjaan yang ketiga (pengulangan kedua).


Blaise Pascal (1623 - 1662)

Blaise Pascal membuat sumbangan-sumbangan untuk kalkulus, pada usia 19 tahun ia menciptakan mesin penambahan yang pertama. Alat ini, dengan roda yang diputar tangan, adalah leluhur primitif dari kalkulator elektronika dan komputer sekarang.
Pacsal lahir di Clermont, Perancis, seorang anak yang sakit-sakitan yang diganggu oleh kesehatan buruk selama hidupnya yang singkat. Pada usia 12 tahun ia mempelajari geometri; di bidang inilah ia membuat sumbangan matematisnya yang terbesar. Bersama Pierre Fermat, ia diberi penghargaan atas perintisan dan pengkajian serius teori probabilitas.
Nama Segitiga Pascal diberikan kepada susunan bilangan yang terdiri dari koefisien-koefisien binomial. Gagasannya ini mempengaruhi Leibniz dan, melalui dia, penemuan kalkulus.
Bahkan lebih daripada prestasi ilmiahnya, Pascal diabadikan oleh tulisan-tulisan keagamaannya. Pensees-nya adalah kesusastraan klasik yang amat besar. Sementara ia berpikir bahwa hanya penalar-an merupakan dasar untuk pengetahuan dalam ilmu dan matematika, ia mengatakan bahwa misteri dari keyakinan tersembunyi dari penalaran dan seharusnya diterima pada kewenangan Injil. Dan dalam analisis akhir, Pascal akan meminta dengan tegas bahwa keyakinan lebih tinggi daripada penalaran.



Perkembangan Otak Anak

Hubungan antar sel-sel otak dibentuk dengan adanya saling kirim dan terima signal. Signal yang berupa getaran aliran listrik ini mengalir dari sel yang satu ke sel yang lainnya, dan dengan bantuan zat kimia seperti serotonin, terbentuklah hubungan antara sel-sel otak tersebut. Rangsangan yang terus-menerus, yang anda berikan melalui bentuk kegiatan yang berulang-ulang, akan semakin memperkuat hubungan antar sel-sel otak. Satu sel otak mampu membuat 15.000 hubungan dengan sel otak yang lain. Hubungan yang sangat rumit inilah yang membentuk jaringan antar sel-sel otak.
Pengalaman yang diterima oleh bayilah yang akan menentukan bentuk jaringan di dalam otak. Sejak bayi lahir, jaringan ini akan dibentuk dengan cepat sekali, dan pada usia anak mencapai 3 tahun, otak anak anda akan membuat kira-kira 1000 trilyun hubungan, dimana jumlah ini adalah 2 kali lipat dari jumlah hubungan jaringan otak pada orang dewasa. Hubungan otak yang densitas/kerapatannya sangat tinggi ini akan tetap dipertahankan sampai dengan umur 10 tahun.
Setelah itu, apa yang akan terjadi ?
Setelah anak menginjak usia 11 tahun, hubung-an antar sel-sel otak tersebut akan diseleksi secara alami, dimana hubungan yang sering digunakan akan semakin diperkuat dan menjadi permanen, sedangkan hubungan yang tidak pernah digunakan akan diputus / dibuang. Disinilah pentingnya pengalaman pada usia awal/dini. Disinilah peran orang tua akan sangat menentukan. Stimulasi yang anda berikan kepada anak anda akan sangat menentukan apakah hubungan antar sel-sel otak anak akan diperkuat atau justru diputus dan dibuang.


Masalah 8 potong roti

Dalam acara Dinner Party perayaan 10 tahun KUMON di Indonesia, Jono, Arini dan Ambar duduk dalam satu meja. Pada acara tersebut Jono membawa 5 bungkus Roti Holland, Ambar membawa 3 roti Holland sedangkan Arini tidak membawa apa-apa. Namun Arini mempunyai uang Rp 8.000. Arini menawarkan akan membeli roti-roti tersebut. Mereka setuju untuk membagi 8 roti tersebut untuk mereka bertiga dan Arini akan membayar Rp 8.000 (harga 1 roti = Rp 1.000). Semua roti mempunyai bentuk dan ukuran yang sama. Ambar (yang membawa 3 roti) dibayar Rp 3.000 dan Jono (yang membawa 5 roti) dibayar Rp 5.000. Beberapa saat kemudian, kening Jono berkerut dan langsung memberikan pendapat bahwa pembayaran tersebut tidak adil. Dia seharusnya mendapat bayaran lebih dari Rp 5000. Apakah pendapat Jono benar ? Berapakah seharusnya uang yang diterima oleh Jono dan Ambar ?
Jono benar ! Dia harus mendapat bayaran lebih besar dari Rp 5.000. Masing-masing akan mendapatkan bagian roti (8 roti dibagi bertiga). Sehingga Ambar (yang membawa 3 roti) telah memberikan 1/3 roti kepada Arini. Jono (yang membawa 5 roti) telah memberikan 2 1/3 (7/3)kepada Arini. Jono memberikan 7 kali lebih banyak dan seharusnya Jono mendapat bayaran Rp 7.000 sedangkan Ambar mendapat bayaran Rp 1.000 (karena hanya satu yang ia berikan kepada Arini).

No comments:

Followers

Blog Archive